Selasa, 27 September 2016

Sekilas Tentang PLTP

Energi panas bumi adalah salah satu sumber daya alam yang berupa air panas atau uap yang terbentuk melalui pemanasan secara alami.

Hal yang harus diperhatikan dalam teknologi penggunaan energi panas bumi untuk dikonversikan menjadi energi listrik antara lain :

A. Temperatur Fluida Panas bumi
-Tertemperatur tinggi > 225'C
-Temperatur sedang 150 – 225'C

B. Cadangan sumberdaya hingga 25 – 30 tahun

C. Kwalitas Uap : Diharapkan yang mempunyai pH hampir netral, karena bila pH sangat rendah laju korosi terhadap material akan lebih cepat.

D. Kedalaman Sumur dan Kandungan Kimia : Biasanya tidak terlalu dalam (tidak lebih dari 3 km).

E. Kemungkinan terjadinya erupsi hydrothermal relatif rendah. Produksi fluida panas dari dalam perut bumi dapat meningkatkan resiko terjadinya erupsi hydrothermal.






Diagram Alur Proses dari uap panas bumi menjadi energi Listrik





1.Uap di supply dari sumur uap (steam weell) produksi melalui transmisi uap yang masuk ke dalam Steam Receiving Header

2.lalu Uap dialirkan ke Separator untuk memisahkan partikel partikel berat (Sodium, Potasium, Calsium, Silika, Boron, Amonia, Fluor dll).

3.lalu masuk ke Demister untuk memisahkan moisture/embun menjadi uap bersih yang siap masuk ke turbin

4. Uap masuk ke Turbin lalu turbin di kopel dengan Generator, Sehingga generator ikut berputar lalu mengalami konversi dari Energi Kinetik menjadi Energi Mekanik.

5.Exhaust Steam (uap bekas) dari Turbin dikondensasikan di dalam Condensor dengan sistem Jet Spray (Direct Contact Condensor).

6.NCG (Non Condensable Gas) yang masuk kedalam Condensor dihisap oleh First Ejector kemudian masuk ke Intercondensor sebagai media pendingin dan penangkap NCG. Setelah dari Intercondensor, NCG dihisap lagi oleh Second Ejector masuk ke dalam Aftercondensor sebagai media pendingin dan kemudian dibuang ke atmosfir melalui Cooling Tower.

7. Condensor air hasil condensasi dialirkan oleh Main Cooling Water Pump masuk ke Cooling Tower. Selanjutnya air hasil pendinginan dari Cooling Tower disirkulasikan kembali ke dalam Condensor sebagai media pendingin.

8. Primary Cooling System disamping sebagai pendingin Secondary Cooling System juga mengisi air pendingin ke Intercondensor dan Aftercondensor.

9. Overflow dari Cold Basin Cooling Tower akan ditampung untuk kepentingan Reinjection Pump.

10. River Make-Up Pump beroperasi hanya saat akan mengisi Basin Cooling Tower.

0 komentar:

Posting Komentar